PROF. MARWAN PIMPIN ASESMEN LAPANGAN AKREDITASI PERGURUAN TINGGI UINSA

LPM Update, Jumat (08/03/2019); Suasana di lingkungan kampus UIN Sunan Ampel Surabaya terasa sangat spektakuler, meriah dan penuh hikmat pada Jumat, 8 Maret 2019. Di hari Sayyidul Ayyamnya orang muslim ini, UIN Sunan Ampel Surabaya mendapat kunjungan para Asesor BAN PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi) dalam rangka Asesmen Lapangan Akreditasi Perguruan Tinggi. Tim Asesor BAN-PT ini diketuai oleh Prof. Dr. Marwan Asri, MBA., Ph.D., (Universitas Gajah Mada). Sedangkan anggotanya terdiri dari Prof. Dr. Budi Nurani Ruchjana, M.Si., (Universitas Padjajaran), Suparto, S.Ag., M.Ed., Ph.D., (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), Dr. Ir. Sri Nurdiati, M.Sc., (Institut Pertanian Bogor), dan Dr. Akhmad Rifai, M.Phil., (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta). Dalam momen penting dan bersejarah bagi UINSA ini, hadir semua jajaran pejabat mulai dari Rektor, Wakil Rektor, Mantan Rektor, Ketua Dewan Pengawas, Ketua Unit Perencana dan Pengembangan Tridharma Perguruan Tinggi, Dewan Mahkamah Etik, Dewan Pelaksana Etik, Ketua Senat, Sekretaris Senat, Kabiro, Ketua Lembaga, Kepala UPT, Sekretaris Lembaga, Dekan, Wakil Dekan, Direktur Pascasarjana, Wakil Direktur Pascasarjana, Ketua Jurusan, Ketua Program Studi, Kepala Bagian, Kapala Subbagian, dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, alumni, serta user pengguna alumni. Acara ini semakin meriah dengan hadirnya Dr. (HC) H. Imam Nahrawi, S.Ag., M.KP. (Menteri Pemuda dan Olahraga RI) yang juga sebagai Ketua IKA UINSA (Ikatan Alumni UIN Sunan Ampel Surabaya),M.Nuh, DEA,(Ketua Dewan Pengawas UINSA), Prof. Dr. M. Arskal Salim, GP., M.Ag (Direktur PTKI), serta Agus Sholeh, M.Ed (Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama). Dalam momen istimewa tersebut asesor sempat menanyai Imam Nahrawi terkait kegiatan IKA UINSA. Pesan singkat Rektor UINSA, Prof. Masdar Hilmy, S.Ag., MA., Ph.D., “ We give all the best and we try all the best,” ujar Prof. Masdar. Semoga UINSA...

REKTOR BERSAMA LPM SOSIALISASIKAN E-BKD 2019 SERENTAK KE SELURUH DOSEN UINSA

LPM Update, Jumat (15/2/2019); Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Sunan Ampel Surabaya bersama Rektor UINSA, Prof. Masdar Hilmy, MA., Ph.D dan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, Wahidah Zein Br. Siregar, MA., Ph.D, membuka acara “Sosialisasi Pedoman E-BKD dan Teknik Validasi Asesor” yang dihadiri oleh seluruh Dosen UIN Sunan Ampel Surabaya. Kegiatan ini digelar bersama oleh Panitia gabungan, yakni tim LPM, Pusti-PD, SPI, Bagian Kepegawaian, Bagian Akademik, dan Perpustakaan UINSA pada Rabu – Jumat, 13-15 Februari 2019. Sosialisasi E-BKD ini dilaksanakan selama tiga hari untuk dosen 9 Fakultas dan Pascasarjana. Pada hari Rabu, 13 Februari 2019, acara sosialisasi E-BKD ini diikuti oleh dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi, dosen Fakultas Syariah dan Hukum, dan dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Sedangkan peserta pada hari kedua acara ini adalah dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, dosen Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, serta dosen Fakultas Psikologi dan Kesehatan. Adapun di hari terakhir, acara sosialisai e-BKD ini dihadiri oleh dosen Fakultas Sains dan Teknologi, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, dosen Fakultas Adab dan Humaniora, serta dosen Pascasarjana UINSA. Dalam sambutan dan arahannya, Rektor UINSA, Prof. masdar Hilmy, MA., Ph.D., menegaskan bahwa untuk mewujudkan visi UINSA menjadi Universitas islam yang unggul dan kompetitif bertaraf internasional, maka akan dilakukan berbagai langkah, yakni pertama, mendorong dosen agar menulis di jurnal internasional berreputasi. “Setiap dosen yang menulis di jurnal internasional terindeks akan mendapat apresiasi, yakni mendapat remun” terang Masdar. Kedua, Rektor menghimbau kepada para Dekan untuk menyelenggarakan program-program internasional, seperti International Conference, Lecturer Mobility, Student Mobility, Visiting Profesor, Sabbatical Leave, dll. Ketiga, untuk mewujudkan World Class University, uinsa harus memperhatikan komposisi dosen dan mahasiswa internasional. “Kita undang...

LPM GELAR SIMULASI AKREDITASI PERGURUAN TINGGI (APT) BERSAMA ASESOR EKSTERNAL

LPM Update, Selasa (29/1/2019); Dalam rangka menyambut visitasi Akreditasi Perguruan Tinggi (APT), UIN Sunan Ampel menggelar Simulasi APT pada Selasa, 29 Januari 2019. Kegiatan yang digawangi oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) ini menghadirkan dua asesor eksternal sekaligus, yakni Prof. Ir. Totok Agung Dwi Haryanto, M.P., Ph.D. Beliau adalah Guru Besar dari Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto Jawa Tengah. Sedangkan Asesor eksternal yang kedua adalah Prof. Eniman Yunus Syamsuddin dari Institut Teknologi Bandung. Melalui kepiawaian dua asesor eksternal ini, semua stakeholder UIN Sunan Ampel Surabaya semakin yakin dan mantab melangkahkan kaki menyambut visitasi akreditasi UIN Sunan Ampel Surabaya. Kegiatan ini diikuti oleh semua jajaran manajer, mulai dari Rektor, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, Wakil Rektor bidang Administrasi, Umum, Perencanaan, dan Kepegawaian, Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Senat, Tim Renstra, Dewan Kehormatan Etik, Mahkamah Etik, Kepala Biro AAKK, Kepala Biro AUPK, SPI, Ketua dan Sekretaris Lembaga, Dekan, Wakil Dekan, Direktur Pascasarjana, Wakil Direktur Pascasarjana, Ketua Unit Pelaksana Teknis, Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan, Kepala Bagian, Kasubbag, beserta Tim Percepatan APT UIN Sunan Ampel Surabaya tahun 2018. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Twin Tower A lantai 9 itu berlangsung dengan sangat hikmat, serius dan sesekali pecah oleh humor canda yang membuat hingar bingar situasi simulasi visitasi APT. Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof. Masdar Hilmy, MA., Ph.D, dengan sigap menjawab semua pertanyaan asesor. Tak ketinggalan pula saling menimpali dan menyempurnakan jawaban dan uraian atas pertanyaan aseor eksternal Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan (Wahidah Zein Br. Siregar, MA., Ph.D), Wakil Rektor Bidang Administrasi, Umum, Perencanaan dan Keuangan (Prof. Abu Azam Al Hadi, M.Ag), dan Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama (Prof. Ma’shum,...

Bersama Pimpinan Uinsa, LPM Review Rubrik E-BKD

  LPM Update, Senin (26/11/2018); Dalam rangka menjamin mutu kinerja Dosen, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Sunan Ampel Surabaya bersama pimpinan Uinsa mereview rubrik e-BKD (Beban kerja Dosen) UIN Sunan Ampel Surabaya. Acara yang diselenggarakan pada Senin (26/11/2018) di Gedung Twin Tower A lantai 9 ini dihadiri oleh Wakil Rektor 1 Wahidah Zein Br. Siregar, MA, Ph.D, Wakil Rektor 2 -Prof. Dr. H. Abu Azam Al Hadi, M.Ag, Sekretaris Senat, Ketua LPM -Prof. Dr. H. Ali Mudlofir, M.Ag, sekretaris LPM, Kepala Pusat di LPM, para Wakil Dekan 1, para Wakil Dekan 2, Ketua Program Studi level Sarjana dan Pascasarjana, Kasubag dan JFU LPM UIN Sunan Ampel Surabaya. Awalnya desain kegiatan review e-BKD ini akan digelar dalam beberapa sidang komisi. Akan tetapi atas beberapa masukan dari peserta yang hadir, maka review e-BKD ini dilaksanakan secara pleno. Wahidah Siregar meminta agar pada kesempatan ini para reviewer lebih fokus mengejar poin-poin apa saja yang sudah ada, dan poin apa yang belum dan harus dimasukkan dalam rubrik e-BKD ini. “Seperti poin Pengabdian. Apakah rubrik ini sudah mengkaver semua jenis pengabdian yang telah kita lakukan di masyarakat’, jelasnya memberi contoh kasus. Wahidah menyinggung pula adanya beberapa kerancuan seperti ketika dosen menjadi nara sumber, apakah akan dimasukkan dalam unsur penunjang atau pengabdian? Ia juga menyarankan agar prosiding juga dimasukkan dalam rubrik e-BKD. Dalam kesempatan yang sama, Abu Azam Al Hadi pun mengkritisi besaran sks kewajiban professor dalam menulis buku. Adapun sekretaris Senat UIN Sunan Ampel Surabaya, ia memberikan masukan agar rubrik e-BKD ini menambahkan PermenpanRB nomor 17 Tahun 2013 tentang Jabatan Fungsional Dosen dan Angka Kreditnya dalam konsideran rubrik e-BKD. Berbeda halnya dengan sekretaris Satuan...

LPM Gelar Rekrutmen dan Penyamaan Persepsi Calon Asesor BKD dan Serdos

  LPM Update, Rabu (07/11/18). Dalam rangka meningkatkan kualitas profesionalisme dosen, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Sunan Ampel Surabaya menggelar Rekrutmen dan Penyamaan Persepsi Calon Asesor Beban Kinerja Dosen (BKD) dan Sertifikasi Dosen (Serdos). Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu 7 Nopember 2018 ini menghadirkan Prof. Ir. Djoko Kustono dan Drs. Imam Syafi’i, M.Pd. Acara yang diselenggarakan di lantai 9 Twin Tower A UIN Sunan Ampel Surabaya ini dibuka oleh ketua LPM, Prof. Dr. H. Ali Mudlofir, M.Ag. Dalam sambutannya, ia memaparkan bahwa LPM berusaha semaksimal mungkin demi meningkatnya mutu dosen UIN Sunan Ampel Surabaya. Dalam menjalankan tugas dan fungsinya LPM memegang teguh tagline procedural, quick response, and transparant. Kegiatan Rekrutmen dan Penyamaan Persepsi Calon Asesor BKD UIN Sunan Ampel Surabaya ini bertujuan untuk meningkakan profesionalisme dosen dalam melaksanakan tugas, meningkatkan mutu proses dan hasil pendidikan, meningkatkan akuntabilitas kinerja dosen, meningkatkan atmosfer akademik di Perguruan Tinggi, serta mempercepat terwujudnya tujuan pendidikan nasional. Perhelatan yang diikuti oleh 46 dosen yang terdiri dari profesor, doktor serta Magister ini merupakan jawaban atas tuntutan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 37 tahun 2009 tentang Dosen, Permendikbud Nomor 92 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis pelaksanaan Penilaian Angka Kredit Jabatan Fungsional Dosen, Permenristekdikti Nomor 20 Tahun 2017 tentang Tunjangan Profesi Dosen dan Tunjanagan Kehormatan Profesor,serta Permenristekdikti Nomor 51 tahun 2017 tentang Sertifikasi Pendidik untuk Dosen. Imam Syafii menjelaskan, bahwa sebagaimana diamanatkan UU RI No 14 Tahun 2005, Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni melaluipendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan...

Persiapkan World Class University, LPM Uinsa Helat Workshop International Acreditation

  LPM Update, Selasa (6/11/18). Setiap perguruan tinggi yang hingga detik ini masih eksis, dituntut untuk mengikuti gejolak tantangan perkembangan zaman. Begitupun dengan UIN Sunan Ampel Surabaya, diwajibkan untuk mampu bersaing dengan perguruan tinggi di belahan bumi lainnya. Untuk menjawab tantangan tersebut, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Sunan Ampel Surabaya menggelar Workshop International Acreditation. Workshop yang dilaksanakan selama tiga hari mulai tanggal 6 s.d. 8 Nopember 2018 ini dihadiri oleh Prof. Johny Wahyuadi Soedarsono dan Suparto, MA., Ph.D. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Sunan Ampel Surabaya, Wahidah Zein Br. Siragar dalam sambutannya berpesan agar UIN Sunan Ampel Surabaya hendaknya meningkatkan semangatnya untuk terus berjuang menatap masa depan yang lebih cemerlang, menggapai mimpi menjadi institusi yang tak kalah dalam kompetisi. Selanjutnya Prof. Johny, yang juga sebagai asesor BANPT, memaparkan perihal Instrumen Akreditasi Internasional dan Nasional. Seperti Asean University Network Quality Assurance (AUNQA), dikatakannya, sebenarnya bukan akreditasi, akan tetapi sebuah asesment. AUN QA merupakan bagian dari Quality Assurance. Penilaian dilakukan secara mandiri (Self Assessment) dengan melakukan penulisan Self Assesment Report (SAR). Selanjutnya perguruan tinggi melengkapi dokumen dan menentukan Action For Improvement terhadap hasil SAR. Setelah itu tim reviewer akan melakukan visitasi ke perguruan tinggi tersebut untuk memberikan saran masukan kepada perguruan tinggi yang mengajukan penilaian mandiri tersebut. “Dan semua proses ini membutuhkan dana yang tidak sedikit”, jelas Johny. Johny dan Suparto secara bergantian mensosialisasikan secara detail Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi yang baru dengan 9 kriteria. Perguruan Tinggi diwajibkan mengunggah 2 dokumen penting, yakni Laporan Evaluasi Diri (LED) Perguruan Tinggi, dan Laporan Kinerja Perguruan Tinggi (LKPT). Dalam LED, lanjut alumnus Kampus Metalurgi Perancis ini, harus digambarkan Identitas Pengusul, Identitas Tim...

Gandeng Diktis, UINSA Perkuat Kelembagaan Jelang Visitasi APT

UINSA Newsroom, Senin (29/10/2018). Dalam rangka mempersiapkan visitasi re-Akreditasi Perguruan Tinggi (APT), Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Sunan Ampel Surabaya menggelar Workshop Quality Assurance Pengembangan SOP (Standar Operasional Prosedur) dan Formulir SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal). Workshop yang diselenggarakan di Ibis Style Malang ini, dihadiri oleh Drs. Agus Sholeh, M.Ed, pendamping proses akreditasi dari Diktis. Kegiatan yang digelar pada 26-28 Oktober 2018 ini, hakikatnya bertujuan untuk merumuskan SOP dan formulir SPMI dalam rangka melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi. Semua Lembaga dituntut untuk mempunyai SPMI. Beberapa dokumen SPMI diantaranya adalah SOP dan Formulir. “Keberadaan SOP sangat dibutuhkan sebagai kelengkapan dokumen APT”, ungkap Prof. Dr. H. Ali Mudlofir, M.Ag, Ketua LPM Uinsa. Urgensi diadakannya kegiatan ini, lanjut Ali Mudlofir, adalah adanya petunjuk arah bagi fakultas, pascasarjana, program studi, bagian, dan unit. Sehingga mereka tidak berjalan sendiri-sendiri tanpa standarisasi. Dengan melaksanakan SOP, berarti kita telah melaksanakan penguatan SPMI dari hulu hingga hilir, dari rektor hingga prodi. ”Saya harap, dari forum ini terlahir SOP yang operasional, jelas, terukur dan praktis. Sehingga Siapapun pemangku jabatan, di level manapun akan sama standarisasi mutunya”, harap mantan Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Uinsa ini. Hadir pula di kesempatan yang sama, Wakil Rektor I Uinsa. Wahidah Zein Br. Siregar, MA., Ph.D, dalam sambutannya di Opening Ceremony kegiatan ini menyatakan bahwa penguatan kelembagaan adalah salah satu tugas utamanya sebagaimana termaktub dalam Organisasi dan Tata Kerja (Ortaker) Uinsa. Penguatan kelembagaan tersebut berupa pengembangan Fakultas, Jurusan, dan Program Studi. “yang menjadi salah satu kegelisahan saya adalah masih adanya benturan antara Kebijakan level atas, dengan implementasi di lapangan”, keluh perempuan asal Medan ini. Ia berharap kedepan Uinsa mempunyai kejelasan SOP atas semua layanan...

LPM Support Penuh Percepatan Sertifikasi Dosen Tahun 2018

LPM Update, Rabu (24/10/2018). Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Sunan Ampel Surabaya mendorong percepatan proses sertifikasi dosen tahun 2018. Tim LPM Uinsa bersama subdit Ketenagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam dan 11 UIN yang lain, menggelar Rapat Konsolidasi Perguruan Tinggi Penyelenggara Sertifikasi Dosen. Kegiatan yang diselenggarakan di Sahira Butik Hotel Bogor ini dilaksanakan selama tiga hari, Senin-Rabu, 22-24 Oktober 2018. Arskal Salim, Direktur Jenderal Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam dalam sambutannya menyampaikan, bahwa hakikatnya Sertifikasi Dosen hanyalah salah satu cara bagaimana kita melihat bahwa dosen mempunyai kecakapan atau kompetensi. Jika dosen tidak lolos serdos, berarti dosen tersebut tidak layak. “Artinya, pembelajaran di kampus juga tidak layak. Ini amat sangat kita sayangkan,” tukasnya serius. Lebih lanjut Arskal mereview proses sertifikasi dosen. Selama ini, katanya, Sertifikasi Dosen tak lain hanyalah penilaian portofolio atas personal profil dosen. Dosen mengekspos kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdiannya yang kemudian dinilai oleh asesor. “Kedepan, seharusnya ada penilaian performance. Ada feedback dari mahasiswa tentang evaluasi proses belajar mengajar dosen. Feedback ini akan sangat penting dalam menentukan kualifikasi dosen,” tegasnya. “Disamping feedback mahasiswa, satu hal yang perlu diperhatikan adalah nilai lebih pada dosen swasta lulusan program studi dan perguruan tinggi terakreditasi A,” katanya menambahkan. Selain Serdos, Dirjen juga mempunyai harapan besar akan pencapaian akademik para dosen. Dari sejumlah 30.329 dosen swasta dan negeri, yang telah mencapai gelar doktor masih berkisar sepertiganya. “Kita ingin mendorong para dosen agar menjadi doktor. Target kita adalah 60 persen” tandasnya. Rapat Konsolidasi yang dipimpin langsung oleh Syafii selaku Kasubdit Ketenagaan Direktorat Pendidikan Tinggi Islam tersebut, dihadiri 24 orang dari 12 Perguruan Tinggi Penyelenggara (PTP) Sertifikasi Dosen. PTP Serdos terdiri dari UIN Ar Raniry Banda...

LPM Siap Siaga Dampingi Penyusunan Kurikulum KKNI Program Studi di Fakultas

LPM Update, Senin (22/10/2018). Menyusun Kurikulum bukanlah perkara yang mudah. Apalagi menyusun kurikulum berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) sejumlah 57 Program Studi di UIN Sunan Ampel Surabaya. Oleh Karena itu, setelah menyelenggarakan Workshop Review Kurikulum Berbasis KKNI di Greensa Inn, LPM melanjutkan pendampingan penyusunan Kurikulum berbasis KKNI ke beberapa Program Studi (prodi) di Fakultas. Pada bulan Oktober 2018, LPM telah mendampingi penyusunan Kurikulum KKNI di empat Fakultas, yakni Fakultas Sains dan Teknologi (17/10/2018), Fakultas Adab dan Humaniora, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, dan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (19-21/10/2018). Dr. A. Saepul Hamdani, M.Pd, Kepala Pusat Audit Mutu LPM Uinsa mendampingi penyusunan Kurikulum Program Studi (prodi) yang ada di empat Fakultas tersebut. A. Saepul menyandingkan antara Kurikulum Prodi dengan Kurikulum Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti) dan KKNI. Dalam acara pendampingan tersebut, hadir pula Dekan, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan, Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan, Ketua Prodi, Sekretaris Prodi, serta Dosen pengampu Mata Kuliah dari keempat Fakultas, dalam kesempatan dan tempat yang berbeda. Pendampingan penyusunan kurikulum berbasiS KKNI ini diawali dengan review terhadap Kurikulum Program Studi yang telah disusun sebelumnya. Setelah mereview, Ketua Prodi bersama Sekretaris Prodi merevisi Kurikulumnya. Langkah berikutnya, Ketua Prodi mempresentasikan Kurikulum prodi berbasis KKNI yang telah direvisinya. Dari beberapa pendampingan penyusunan kurikulum berbasis KKNI yang telah dilakukan, ada beberapa hal yang menjadi catatan dan perlu diperhatikan semua pihak terkait. Pertama, Rumusan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) belum sempurna, khususnya di kelompok pengetahuan dan ketrampilan khusus. Kedua, masih terdapat kesulitan dalam menentukan dan merumuskan bahan kajian berbasis Capaian Pembelajaran (CP). Kebanyakan mereka masih berbasis materi. Dari mata kuliah beralih ke bahan kajian. “Mengubah paradigm itu memang susah. Akhirnya, kebanyakan...

Diktis Dukung LPM Uinsa Sempurnakan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI)

LPM Update, Senin (13/08/2018). Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Sunan Ampel Surabaya berupaya penuh guna menyempurnakan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Uinsa. Bersama seluruh LPM PTKIN se-Indonesia, ketua LPM Uinsa, Prof. Dr. H.Ali Mudlofir, M.Ag bersama Kepala Pusat Audit Mutu, Dr. A. Saepul Hamdani, M.Pd mengikuti Workshop Penyusunan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) PTKIN Se-Indonesia di IAIN Jember pada 11-13 Agustus 2018. Hadir dalam acara tersebut Direktur Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Kemenag RI (M. Arskal Salim GP), Kasubag diktis, Kasubdit kelembagaan diktis (Agus Sholeh, M.Ed), Direktur Pontren (pak Imam syafii), prof. Suwito (asesor APT), Dr. Suparto (asesor APT) Rektor IAIN Jember. Dalam sambutannya, Arskal memaparkan milestone peningkatan Tata Kelola dan Kapasitas Kelembagaan serta perluasan akses. Untuk PTKIN ditargetkan pada tahun 2020, PTKI dengan keunggulan lokal tahun 2025 , PTKIN dengan keunggulan regional tahun 2030, dan PTKIN dengan keunggulan Internasional (WCU) di tahun 2035. Sedangkan Rencana Strategis diarahkan dan didorong pada tiga hal, yakni Mutu, Relevansi dan Akses. Ketiga hal di atas, terutama yang disebutkan pertama sejalan dengan seluruh pergerakan dan penguatan yang dilakukan oleh Forum Penjaminan Mutu berkoodinasi dengan Subdit Kelembagaan. Dalam hal ini yang paling penting adalah Akreditasi yang merupakan prioritas mutu.“Workshop Penyusunan SPMI ini adalah salah satu penguatan untuk mutu/akreditasi yg lebih baik, Unggul dan Baik Sekali”, jelasnya. Menjadi hal prioritas dalam akreditasi adalah jumlah asesor BANPT. PTKIN harus menambah asesor di BAN-PT agar upaya untuk meng- handle penguatan mutu PTKIN dapat lebih maju dan bersaing terutama APT dan APS. Diktis juga sangat memperhatikan Program Studi maupun Perguruan Tinggi yang belum terakreditasi. Diktis harus terus mengevaluasi diri dan berbenah. Fenomena Guru Besar di PTKIN yang ditargetkan...

LPM Uinsa Ikuti Sosialisasi Instrumen APT Versi 3.0 dengan 9 Kriteria

LPM Update, Senin (06/08/2018); LPM (Lembaga Penjaminan Mutu) UINSA terus memantapkan langkahnya dalam persiapan Akreditasi Perguruan Tinggi. Sebagai langkah nyata, tim APT (Akreditasi Perguruan Tinggi) UINSA yang diwakili oleh Nur Fitriatin M.Ed, Ph.D (Sekretaris APT UINSA), Ali Mustofa, M.Pd. (Sekretaris LPM), Dr. Lilik Huriyah, M.Pd.I (Kepala Pusat Pendampingan dan Pengembangan Mutu Mahasiswa) mengikuti acara Sosialisasi Instrumen APT Versi 3.0 dengan 9 Kriteria. Kegiatan yang dihelat pada Rabu-Jumat tanggal 1-3 Agustus 2018 di Sovereign Hotel Bali tersebut, diikuti oleh 58 PTKIN seluruh Indonesia; 17 UIN, 27 IAIN, dan 14 STAIN. Acara ini dibuka oleh Dirjen Pendis Kamarudin Amin. Hadir pula dalam kesempatan tersebut, Direktur PTKI Arskal Salim yang memberikan arahan kepada peserta tentang Akselerasi PTKI Menjadi Unggul. “Target kita, seluruh UIN se-Indonesia harus terakreditasi A,” tandasnya. Acara yang digelar oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam ini, juga menghadirkan narasumber Prof. Dr. Ahmad Fauzi, M.Si dan Prof. Dr. S.M. Widyastuti, M.Sc dari BANPT. Prof. Fauzi menyampaikan, dari jumlah 78 Perguruan Tinggi Agama Negeri yang ada di Indonesia,hingga 31 Desember 2017 hanya 3 Perguruan Tinggi yang mendapat peringkat Akreditasi A. Sedangkan yang mendapat peringkat akreditasi B sejumlah 37 perguruan tinggi, dan yang mendapat Akreditasi C 19 Perguruan Tinggi. “Jadi,sekarang ini masih ada Perguruan Tinggi Agama Negeri yang belum terakreditasi. Mereka semua harus segera mengusulkan akreditasi APT,” tukasnya. Menurutnya, ada 9 tahapan yang harus dilalui dalam akreditasi sistem SAPTO; yakni Pemeriksaan Dokumen, Proses Analisi Kecukupan (AK), Validasi AK, Revisi AK, Validasi Hasil Revisi AK, Penetapan Hasil AK, Proses Analisis Lapangan (AL), Validasi AL, serta Penetapan Hasil Akhir. “Yang akan dilakukan check plagiarsm dengan turnitin hanyalah Laporan Evaluasi Diri (LED)nya saja. Sedangkan Batas toleransi dalam...

Pengumpulan Kelengkapan Dokumen Akreditasi

Sehubungan dengan akan dilaksanakannya visitasi oleh BAN-PT pada akhir bulan Mei 2015, maka dilakukan pengumpulan dokumen akreditasi yang melibatkan seluruh komponen UIN Sunan Ampel Surabaya. Dokumen-dokumen digunakan sebagai kelengkapan visitasi akreditasi Institusi. Adapun daftar dokumen yang diperlukan sebagai berikut :  No Nomor Butir Keterangan 1 2.1.1 Dokumen sistem tata pamong (Ortaker) 2 2.1.3 Dokumen tentang aturan etika dosen, etika mahasiswa, etika tenaga kependidikan, sistem penghargaan dan sanksi, serta pedoman dan prosedur pelayanan. 3 2.3.2 Dokumen rancangan dan analisis jabatan 4 2.3.3 Laporan kinerja perguruan tinggi (Tahunan) 5 2.3.4 Instrumen penilian kinerja dosen dan tenaga kependidikan 6 2.3.5 Dokumen hasil audit 7 2.4.1 Dokumen tentang jaminan mutu. 8 2.4.3 Laporan monev hasil penjaminan mutu 9 3.1.1 Dokumen sistem penerimaan mahasiswa baru 10 3.1.6 Instrumen pengukuran kepuasan mahasiswa 11 3.1.7 Laporan hasil survei kepuasan mahasiswa 12 3.1.9 Dokumen kebijakan dan program layanan bimbingan karir dan informasi kerja untuk mahasiswa dan lulusan 13 3.1.10 Laporan pelaksanaan kebijakan dan program layanan bimbingan karir dan informasi kerja untuk mahasiswa dan lulusan 14 3.1.11 Bukti prestasi akademik dan non-akademik yang dicapai mahasiswa 15 3.2.1 Daftar lulusan dalam lima tahun terakhir (termasuk IPK) 16 3.2.3 Instrumen evaluasi lulusan 17 3.4.5 Daftar bentuk partisipasi alumni 18 4.1 Dokumen sistem pengelolaan sumberdaya manusia 19 4.2.1 Dokumen sistem monitoring dan evaluasi serta rekam jejak kinerja sumberdaya manusia 20 4.2.2 Dokumen hasil monitoring dan evaluasi serta rekam jejak kinerja sumberdaya manusia 21 4.3.1 Fotokopi ijazah terakhir dan sertifikat pendidik dosen tetap 22 4.3.2 Fotokopi ijazah dan sertifikat pendidik dosen tidak tetap 23 4.4 Daftar dosen tetap yang sedang tugas belajar 24 4.5.1 Fotokopi ijazah dan sertifikat kompetensi tenaga kependidikan 25...

Rapat Penyusunan Kurikulum KKNI

Menindaklanjuti kegiatan review Kurikulum KKNI, prodi-prodi melakukan penyusunan dan penyempurnaan kurikulum berdasar dari hasil review. Harapannya kurikulum KKNI sudah dapat terkumpul pada bulan Mei ini dan segerah disahkan. Beberapa Prodi sudah mengumpulkan kurikulumnya dan tinggal dilakukan pengecekan oleh LPM. Disamping itu terdapat prodi-prodi yang melakukan pembimbingan dengan LPM untuk menghasilkan kurikulum KKNI yang baik dan benar. LPM sangat mendukung prodi-prodi dalam penyusunan kurikulum KKNI, LPM berharap penyusunan kurikulum KKNI ini bisa segera diselesaikan demi peningkatan mutu akademik di UIN Sunan Ampel. LPM sangat menunggu prodi-prodi yang belum menyerahkan kurikulum...

Audit Internal UIN Sunan Ampel

Mutu institusi merupakan salah satu hal penting dalam penyelenggaran pendidikan yang baik. Untuk mengetahui mutu universitas maka perlu dilakukan pengukuran mutu atau biasa disebut dengan audit. Dalam rangka mengetahui mutu institusinya maka pada tanggal 17 sampai 26 Februari 2015 dilaksanakan audit internal UIN Sunan Ampel oleh auditor internal UINSA yang bekerja sama dengan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM)...

Rapat Koordinasi Konsorsium Ilmu Bahasa

Tanggal 16 Pebruari 2015 telah diadakan rapat konsorsium ilmu khusus rumpun ilmu bahasa. Kegiatan ini sebagai tindak lanjut dari kegiatan Konsorsium Dosen UIN SUNAN AMPEL SURABAYA yang sebelumnya telah diadakan di Bess Resort, Lawang – Malang. Konsorsium ilmu bahasa yang dipimpin oleh Prof. Arief Furqon menghasilkan pokok-pokok pikiran dan program kerja yang meliputi: 1. Pendefinisian Tujuan dan Tugas dari dibentuknya Konsorsium: Diseminasi pengetahuan – pendidikan bahasa “pengatur” perubahan kebijakan Melaksanakan validasi Silabus, SAP dan soal ujian Apresiasi atas hasil pekerjaan dosen Pusat informasi kegiatan akademik (seminar, call for paper dll) MDUINSA Sebagai penghubung dengan universitas lain Konsorsium dibagi menjadi beberapa sub berdasarkan kelompok bahasanya Mempersiapkan SKPI untuk mahasiswa, berkaitan erat dengan asosiasi dimana prodi terlibat di dalamnya. Asosiasi tersebut berbadan hukum Pemberdayaan dosen melalui seminar, diskusi Pertemuan dilaksanakan setiap awal bulan (hari ditentukan kemudian) 2. Pendefinisian karakteristik istimewa dari konsorsium ilmu bahasa 3. Penyampaian Visi konsorsium yaitu “Terwujudnya dosen pendidikan bahasa yang bermutu guna meningkatkan kualitas tri dharma UIN Sunan Ampel Surabaya” 4. Misi Konsorsium Memberdayakan dosen pendidikan bahasa UIN Sunan Ampel Surabaya dalam pengembangan keilmuan, peningkatan kualitas pembelajaran, dan pengabdian kepada masyarakat Meningkatkan produktivitas dosen pendidikan bahasa UIN Sunan Ampel Surabaya dalam menghasilkan dan mendiseminasikan karya ilmiah Meningkatkan kualitas tri dharma perguruan tinggi 5. Program Kerja Jangka Pendek Melakukan diskusi ilmiah setiap awal bulan (hari ditentukan kemudian) Mengadakan seminar dan workshop Bedah karya ilmiah Penelitian bersama untuk dikompetisikan Memberikan award kepada dosen yang berprestasi Validasi Silabus, SAP, dan soal ujian Mendiskusikan profil lulusan prodi dan mata kuliah pendidikan bahasa Semoga kegiatan rapat koordinasi konsorsium ilmu bahasa ini bisa menginspirasi dan menyemangati bagi konsorsium bidang ilmu yang lain untuk...

Materi Sosialisasi BKD

Pada hari Kamis 16 Januari 2015 dilakukan sosialisasi Beban Kerja Dosen di lingkungan UINSA. Sosialisasi dilakukan di GreenSA UIN Sunan Ampel dengan mendatangkan narasumber Bapak Nuryasin dan Bapak Djoko sebagai bagian dari penanggung jawab BKD DIKTIS Kementrian Agama. Program sosialisasi ini dilakukan kepada asesor BKD sekaligus dilakukan penyamaan persepsi calon asesor BKD yang baru. Materi Sosialisasi...

Persiapan Pelaksanaan Audit Internal

Tindak lanjut dari kegiatan workshop audit internal adalah dengan dilakukannya audit internal di lingkungan UIN Sunan Ampel Surabaya. Lembaga Penjaminan Mutu berkoordinasi dengan 28 peserta Workshop Audit Internal untuk melakukan persiapan dalam rangka terselenggaranya audit internal di UIN Sunan Ampel...

Evaluasi Tenaga Kependidikan

Dalam rangka mewujudkan 3 kata kunci visi UIN Sunan Ampel – unggul, kompetitif dan bertaraf internasional – Lembaga Penjaminan Mutu UIN Sunan Ampel melakukan proses evaluasi kinerja SDM. Workshop Evaluasi Pelayanan bagi Tenaga Kependidikan sebagai langkah awal untuk meningkatkan kualitas kinerja dan pelayanan di lingkungan UIN Sunan Ampel Surabaya. Workshop yang diadakan 2 hari pada tanggal 21-22 Nopember 2014 di GreenSA, Raya Juanda- Sidoarjo diikuti oleh 73 orang tenaga kependidikan yang dipilih secara acak. Workshop dikemas secara unik, interaktif berbasis game tanpa mengurangi esensi dari tujuannya. Para peserta workshop sangat antusias mengikuti setiap kegiatan yang dipandu oleh tim Trainer Pengembangan SDM dari  BKN Regional 2 Jawa Timur. Terdapat pre-test dan post-test bagi semua peserta dan tes khusus untuk tenaga kependidikan yang menjabat sebagai Kepala Sub Bagian (Kasubag). Ada 3 materi inti yang disampaikan oleh tim Trainer selama workshop berlangsung yaitu : 1) Prinsip-prinsip Dasar Pelayanan 2) Etika Pelayanan dan 3) Open Mind – Who Am I. Kata Kunci yang digarisbawahi dalam Konsep Dasar Bekerja (Pelayanan) : “Sesungguhnya orang yang bertawakal adalah orang yang menabur benih di ladang kemudian berserah diri kepada Allah” Melayani Ibarat Menabur Benih Kebaikan di Ladang Tuhan Pemateri menyebutkan bahwa Standart Pelayanan di abad milenium digambarkan sebagai segitiga emas “Pelayanan Luar Biasa” yaitu integrasi dari Niat yang baik, Tindakan yang sungguh-sungguh dan Proses yang benar. Sebagai tindak lanjut dari acara ini, dilakukan proses assesment (penilaian) teman sejawat yang nantinya akan menjadi pertimbangan untuk proses promosi jabatan, dan lain-lain. Kedepan acara workshop evaluasi pelayanan tenaga kependidikan akan dilaksanakan secara berkesinambungan demi peningkatan kualitas layanan di lingkungan UIN Sunan Ampel dan tidak menutup kemungkinan berlaku untuk semua civitas...