LPM Siap Siaga Dampingi Penyusunan Kurikulum KKNI Program Studi di Fakultas

LPM Siap Siaga Dampingi Penyusunan Kurikulum KKNI Program Studi di Fakultas

LPM Update, Senin (22/10/2018). Menyusun Kurikulum bukanlah perkara yang mudah. Apalagi menyusun kurikulum berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) sejumlah 57 Program Studi di UIN Sunan Ampel Surabaya. Oleh Karena itu, setelah menyelenggarakan Workshop Review Kurikulum Berbasis KKNI di Greensa Inn, LPM melanjutkan pendampingan penyusunan Kurikulum berbasis KKNI ke beberapa Program Studi (prodi) di Fakultas. Pada bulan Oktober 2018, LPM telah mendampingi penyusunan Kurikulum KKNI di empat Fakultas, yakni Fakultas Sains dan Teknologi (17/10/2018), Fakultas Adab dan Humaniora, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, dan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (19-21/10/2018).

Dr. A. Saepul Hamdani, M.Pd, Kepala Pusat Audit Mutu LPM Uinsa mendampingi penyusunan Kurikulum Program Studi (prodi) yang ada di empat Fakultas tersebut. A. Saepul menyandingkan antara Kurikulum Prodi dengan Kurikulum Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti) dan KKNI. Dalam acara pendampingan tersebut, hadir pula Dekan, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan, Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan, Ketua Prodi, Sekretaris Prodi, serta Dosen pengampu Mata Kuliah dari keempat Fakultas, dalam kesempatan dan tempat yang berbeda.

Pendampingan penyusunan kurikulum berbasiS KKNI ini diawali dengan review terhadap Kurikulum Program Studi yang telah disusun sebelumnya. Setelah mereview, Ketua Prodi bersama Sekretaris Prodi merevisi Kurikulumnya. Langkah berikutnya, Ketua Prodi mempresentasikan Kurikulum prodi berbasis KKNI yang telah direvisinya.

Dari beberapa pendampingan penyusunan kurikulum berbasis KKNI yang telah dilakukan, ada beberapa hal yang menjadi catatan dan perlu diperhatikan semua pihak terkait. Pertama, Rumusan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) belum sempurna, khususnya di kelompok pengetahuan dan ketrampilan khusus. Kedua, masih terdapat kesulitan dalam menentukan dan merumuskan bahan kajian berbasis Capaian Pembelajaran (CP). Kebanyakan mereka masih berbasis materi. Dari mata kuliah beralih ke bahan kajian. “Mengubah paradigm itu memang susah. Akhirnya, kebanyakan dari mereka kembali mengambil mata kuliah yang ada, disesuaikan dengan CPnya” terang A.Saepul. Ketiga, Kurikulum yang berisi perencanaan, kompetensi, isi/bahan kajian, proses pembelajaran, penilaian yang dimiliki oleh prodi, belum sepenuhnya sesuai karakteristik Prodi yang mengacu pada standar proses dan standar penilaian berdasarkan SN-Dikti.

A.Saepul Hamdani berharap agar pimpinan Fakultas ke depan terus mengawal dan memberikan target penyelesaian Kurikulum Prodi berbasis KKNI, mengingat sekarang UIN Sunan Ampel Surabaya menyongsong visitasi Akreditasi Perguruan Tinggi. “Alhamdulilah, sekarang ini Capaian Pembelajaran (CP) cukup ditetapkan oleh Rektor sebagaimana permenristeksiti no 50 tahun 2018 yang merupakan revisi Permenristekdikti no 44 tahun 2018”, pungkas Kepala Pusat Audit Mutu LPM Uinsa. (likhur)