LPM Gelar Rekrutmen dan Penyamaan Persepsi Calon Asesor BKD dan Serdos

LPM Gelar Rekrutmen dan Penyamaan Persepsi Calon Asesor BKD dan Serdos

 

LPM Update, Rabu (07/11/18). Dalam rangka meningkatkan kualitas profesionalisme dosen, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Sunan Ampel Surabaya menggelar Rekrutmen dan Penyamaan Persepsi Calon Asesor Beban Kinerja Dosen (BKD) dan Sertifikasi Dosen (Serdos). Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu 7 Nopember 2018 ini menghadirkan Prof. Ir. Djoko Kustono dan Drs. Imam Syafi’i, M.Pd.

Acara yang diselenggarakan di lantai 9 Twin Tower A UIN Sunan Ampel Surabaya ini dibuka oleh ketua LPM, Prof. Dr. H. Ali Mudlofir, M.Ag. Dalam sambutannya, ia memaparkan bahwa LPM berusaha semaksimal mungkin demi meningkatnya mutu dosen UIN Sunan Ampel Surabaya. Dalam menjalankan tugas dan fungsinya LPM memegang teguh tagline procedural, quick response, and transparant.

Kegiatan Rekrutmen dan Penyamaan Persepsi Calon Asesor BKD UIN Sunan Ampel Surabaya ini bertujuan untuk meningkakan profesionalisme dosen dalam melaksanakan tugas, meningkatkan mutu proses dan hasil pendidikan, meningkatkan akuntabilitas kinerja dosen, meningkatkan atmosfer akademik di Perguruan Tinggi, serta mempercepat terwujudnya tujuan pendidikan nasional.

Perhelatan yang diikuti oleh 46 dosen yang terdiri dari profesor, doktor serta Magister ini merupakan jawaban atas tuntutan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 37 tahun 2009 tentang Dosen, Permendikbud Nomor 92 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis pelaksanaan Penilaian Angka Kredit Jabatan Fungsional Dosen, Permenristekdikti Nomor 20 Tahun 2017 tentang Tunjangan Profesi Dosen dan Tunjanagan Kehormatan Profesor,serta Permenristekdikti Nomor 51 tahun 2017 tentang Sertifikasi Pendidik untuk Dosen.

Imam Syafii menjelaskan, bahwa sebagaimana diamanatkan UU RI No 14 Tahun 2005, Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni melaluipendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. Selanjutnya Djoko Kustono menegaskan tentang Peran dan fungsi dosen. Kedudukan dosen sebagai tenaga profesional berfungsi untuk meningkatkan martabat. Sedangkan peran dosen sebagai agen pembelajaran, pengembangilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, serta pengabdi kepada masyarakat berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional.

BKD dihitung pada setiap awal semester, bersamaan dengan Laporan Kinerja Dosen (LKD) pada semester sebelumnya. BKD merupakan potret beban sks dosen dalam melaksanakan Tridharma dalam satu semester ke depan. Sedangkan LKD merupakan potret kinerja riil dosen dalam melaksanakan tridharma dalam hitungan sks satu semester terakhir yang sudah dijalani. Batas rentang sks BKD-LKD adalah antara 12 sks – 16 sks persemester.

Lebih lanjut, pemateri yang juga Asesor BKD Nasional menguraikan perihal periode dan pelaksanaan Asesmen BKD. Asesmen dilaksanakan secara periodik dan pada kurun waktu yang tetap. “Hal ini dimaksudkan untuk menjaga akuntabilitas kepada pemangku kepentingan terkait dengan kinerja Perguruan Tinggi”, tegasnya. Perguruan Tinggi dapat menentukan sendiri periode asesmen, yakni semesteran dan/atau tahunan. Pada keadaan khusus dapat melakukan asesmen BKD setiap saat diperlukan. BKD dihitung pada setiap awal semester, bersamaan dengan LKD pada semester/tahun sebelumnya. Adapun Pelaksana Tugas Asesmen BKD di Perguruan Tinggi melekat pada struktur kelembagaan sistem Perguruan Tinggi, misalnya Lembaga Penjaminan Mutu, LP3I atau yang lain.

Selanjutnya Djoko Kustono memaparkan bahwa ada beberapa kriteria untuk menjadi seorang asesor BKD. Bebrapa kriteria tersebut adalah (1) dosen tetap yang masih aktif, tercatat di PD Dikti; (2) Kualifikasi Doktor dan minimum Lektor, atau kualifikasi Magister-minimum Lektor Kepala; (3) memiliki sertifikat pendidik untuk Dosen (serdos); (4) Ditunjuk oleh Perguruan Tingi untuk mengikuti penyamaan persepsi asesmen BKD yang dilakukan oleh asesor BKD Nasional yang ditugaskan oleh Ditjen Sumber Daya Iptek dan Dikti;(5) Mempunyai NIRA (Nomor Identifikasi Registrasi Asesor) BKD yang diterbitkan oleh Ditjen Sumber Daya Iptek dan Dikti; (6) Dosen yang telah memiliki serdos dapat menjadi asesor BKD, akan tetapi dosen yang memiliki NIRA BKD tidak otomatis dapat ditugaskan menjadi asesor SERDOS; (7)setiap asesor serdos dan BKD dapat memiliki sertifikat asesor BKD, setelah mengikuti penyamaan persepsi asesmen BKD yang dilakukan oleh Asesor BKD Nasional yang ditugaskan oleh Ditjen Sumber Daya Iptek dan Dikti.

Dalam kesempatan emas ini, UIN Sunan Ampel Surabaya,dengan leading sektor LPM, telah berhasil mengajukan 14 orang profesor untuk menjadi asesor Sertifikasi Dosen (serdos) dan 32 orang Doktor dan Magister untuk menjadi asesor BKD. Semoga lancar dan berkah. Amiin… (likhur)