Persiapkan World Class University, LPM Uinsa Helat Workshop International Acreditation

Persiapkan World Class University, LPM Uinsa Helat Workshop International Acreditation

 

LPM Update, Selasa (6/11/18). Setiap perguruan tinggi yang hingga detik ini masih eksis, dituntut untuk mengikuti gejolak tantangan perkembangan zaman. Begitupun dengan UIN Sunan Ampel Surabaya, diwajibkan untuk mampu bersaing dengan perguruan tinggi di belahan bumi lainnya. Untuk menjawab tantangan tersebut, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Sunan Ampel Surabaya menggelar Workshop International Acreditation. Workshop yang dilaksanakan selama tiga hari mulai tanggal 6 s.d. 8 Nopember 2018 ini dihadiri oleh Prof. Johny Wahyuadi Soedarsono dan Suparto, MA., Ph.D.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Sunan Ampel Surabaya, Wahidah Zein Br. Siragar dalam sambutannya berpesan agar UIN Sunan Ampel Surabaya hendaknya meningkatkan semangatnya untuk terus berjuang menatap masa depan yang lebih cemerlang, menggapai mimpi menjadi institusi yang tak kalah dalam kompetisi.

Selanjutnya Prof. Johny, yang juga sebagai asesor BANPT, memaparkan perihal Instrumen Akreditasi Internasional dan Nasional. Seperti Asean University Network Quality Assurance (AUNQA), dikatakannya, sebenarnya bukan akreditasi, akan tetapi sebuah asesment. AUN QA merupakan bagian dari Quality Assurance. Penilaian dilakukan secara mandiri (Self Assessment) dengan melakukan penulisan Self Assesment Report (SAR). Selanjutnya perguruan tinggi melengkapi dokumen dan menentukan Action For Improvement terhadap hasil SAR. Setelah itu tim reviewer akan melakukan visitasi ke perguruan tinggi tersebut untuk memberikan saran masukan kepada perguruan tinggi yang mengajukan penilaian mandiri tersebut. “Dan semua proses ini membutuhkan dana yang tidak sedikit”, jelas Johny.

Johny dan Suparto secara bergantian mensosialisasikan secara detail Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi yang baru dengan 9 kriteria. Perguruan Tinggi diwajibkan mengunggah 2 dokumen penting, yakni Laporan Evaluasi Diri (LED) Perguruan Tinggi, dan Laporan Kinerja Perguruan Tinggi (LKPT).

Dalam LED, lanjut alumnus Kampus Metalurgi Perancis ini, harus digambarkan Identitas Pengusul, Identitas Tim Penyusun LED, Kata Pengantar, Ringkasan Eksekutif, Bab I Pendahuluan, Bab II Kriteria, Bab III Analisis dan Penetapan Program Pengembangan Institusi, Bab IV Penutup, dan Lampiran. Dalam Bab I Pendahuluan, perguruan tinggi harus menjelaskan tentang Latar Belakang, Kondisi Eksternal, dan Profil Institusi. Sedangkan pada Bab II Kriteria, harus dituliskan perihal 9 Kriteria yakni: (1) Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi; (2) Tata pamong, Tata Kelola dan Kerjasama; (3) Mahasiswa; (4) Sumber Daya Manusia; (5) Keuangan, Sarana, dan Prasarana; (6) Pendidikan; (7) Penelitian; (8) Pengabdian kepada Masyarakat; dan (9) Luaran dan Capaian Tridharma. Sedangkan pada Bab III dipaparkan mengenai (1) Analisis capaian kinerja; (2) Analisis SWOT atau analisis lain yang relevan; (3) Strategi Pengembangan; dan (4) Program Keberlanjutan.

Tanpa basa-basi, Dosen Universitas Indonesia ini pun mengakui bahwa kriteria yang baru yang belum ada sebelumnya adalah kriteria nomor 9, Luaran dan Capaian Tridharma. Dalam kriteria ini, harus diuraikan Indikator Kinerja Utama yang meliputi Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat. Selanjutnya dipaparkan mengenai Indikator Kinerja Tambaha, yakni Indikator luaran lain yang ditetapkan oleh masing-masing perguruan tinggi untuk melampaui SN Dikti. Sedangkan untuk evaluasi capaian kinerjanya yakni deskripsi dan analisis keberhasilan dan/atau ketidakberhasilan pencapaian standar yang telah ditetapkan, Capaian kinerja harus diukur dengan metode yang tepat, dan hasilnya dianalisis serta dievaluasi. Analisis terhadap capaian kinerja harus mencakup identifikasi akar masalah, faktor pendukung dan penghambat ketercapaian standar, dan deskripsi singkat tindak lanjut yang akan dilakukan institusi,” imbuhnya menerangkan.

Dalam menyusun LKPT, jelas Suparto, perguruan tinggi harus mengetahui isian LKPT. LKPT terdiri dari Kata Pengantar, Daftar Isi, Halaman Muka, Identitas Perguruan Tinggi, Identitas Tim Penyusun, Borang Indikator Kinerja Utama yang meliputi: (1) Tata Pamong, Tata Kelola dan Kerjasama; (2) mahasiswa; (3) Sumber Daya Manusia; (4) Keuangan, Sarana dan Prasarana, serta (5) Luaran dan capaian Tridharma. “Dua dokumen utama ini, yakni LED dan LKPT harus benar-benar disiapkan dengan matang oleh perguruan tinggi”, tandasnya menegaskan.

Tak lupa, diakhir workshop ini, panitia dalam hal ini LPM mengidentifikasi dan menjajaki kesiapan setiap Program Studi di lingkungan UIN Sunan Ampel Surabaya untuk melaksanakan Akreditasi Internasional. (likhur)