LPM Support Penuh Percepatan Sertifikasi Dosen Tahun 2018

LPM Update, Rabu (24/10/2018). Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Sunan Ampel Surabaya mendorong percepatan proses sertifikasi dosen tahun 2018. Tim LPM Uinsa bersama subdit Ketenagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam dan 11 UIN yang lain, menggelar Rapat Konsolidasi Perguruan Tinggi Penyelenggara Sertifikasi Dosen. Kegiatan yang diselenggarakan di Sahira Butik Hotel Bogor ini dilaksanakan selama tiga hari, Senin-Rabu, 22-24 Oktober 2018.

Arskal Salim, Direktur Jenderal Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam dalam sambutannya menyampaikan, bahwa hakikatnya Sertifikasi Dosen hanyalah salah satu cara bagaimana kita melihat bahwa dosen mempunyai kecakapan atau kompetensi. Jika dosen tidak lolos serdos, berarti dosen tersebut tidak layak. “Artinya, pembelajaran di kampus juga tidak layak. Ini amat sangat kita sayangkan,” tukasnya serius.

Lebih lanjut Arskal mereview proses sertifikasi dosen. Selama ini, katanya, Sertifikasi Dosen tak lain hanyalah penilaian portofolio atas personal profil dosen. Dosen mengekspos kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdiannya yang kemudian dinilai oleh asesor. “Kedepan, seharusnya ada penilaian performance. Ada feedback dari mahasiswa tentang evaluasi proses belajar mengajar dosen. Feedback ini akan sangat penting dalam menentukan kualifikasi dosen,” tegasnya. “Disamping feedback mahasiswa, satu hal yang perlu diperhatikan adalah nilai lebih pada dosen swasta lulusan program studi dan perguruan tinggi terakreditasi A,” katanya menambahkan.

Selain Serdos, Dirjen juga mempunyai harapan besar akan pencapaian akademik para dosen. Dari sejumlah 30.329 dosen swasta dan negeri, yang telah mencapai gelar doktor masih berkisar sepertiganya. “Kita ingin mendorong para dosen agar menjadi doktor. Target kita adalah 60 persen” tandasnya.

Rapat Konsolidasi yang dipimpin langsung oleh Syafii selaku Kasubdit Ketenagaan Direktorat Pendidikan Tinggi Islam tersebut, dihadiri 24 orang dari 12 Perguruan Tinggi Penyelenggara (PTP) Sertifikasi Dosen. PTP Serdos terdiri dari UIN Ar Raniry Banda Aceh, UIN Sumatera Utara, UIN Sultan Syarif Kasim Riau, UIN Raden Fatah Palembang, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Antasari Banjarmasin, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Alauddin Makassar, dan UIN Walisongo Semarang.

Syafi’i melaporkan, bahwa dari 2.100 calon peserta sertifikasi dosen, ada 1.500 peserta serdos dari 58 PTKIN dan 13 Kopertais yang lolos berkas. Kini 1.500 dosen tersebut tengah dinilai evaluasi dirinya. Untuk mempercepat proses sertifikasi dosen, Subdit Ketenagaan menerjunkan 196 asesor aktif untuk menilai 1.500 portofolio. Dalam waktu dekat, LPM harus segera menyelenggarakan Refreshment Asesor. Diharap semua proses serdos selesai diakhir November 2018.

Hadir pula dalam Rapat Konsolidasi PTP Serdos ini Sekretaris Jenderal Pendidikan Islam Imam Safei. Dia berharap, semoga kegiatan serdos ini bisa memaksimalkan serapan anggaran Diktis yang masih di level 40 persen. Dirinya bangga dengan jumlah kuota serdos yang awalnya 500 dosen pertahun kini meningkat menjadi 1.500. Dalam arahannya, dirinya memberikan pesan khusus kepada para dosen yang tersertifikasi, agar selalu mengedepankan keseimbangan antara Head (intelektual), Heart (hati), dan Hand (keterampilan). “Sehingga Sertifikasi Dosen ini tak hanya meningkatkan kesejahteraan dosen, akan tetapi meningkatkan kualitas pendidikan kita secara keseluruhan” pungkasnya penuh harap. (Emy/Humas)

Berita ini juga telah dimuat diwebsite uinsby.ac.id