Diktis Dukung LPM Uinsa Sempurnakan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI)

LPM Update, Senin (13/08/2018). Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Sunan Ampel Surabaya berupaya penuh guna menyempurnakan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Uinsa. Bersama seluruh LPM PTKIN se-Indonesia, ketua LPM Uinsa, Prof. Dr. H.Ali Mudlofir, M.Ag bersama Kepala Pusat Audit Mutu, Dr. A. Saepul Hamdani, M.Pd mengikuti Workshop Penyusunan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) PTKIN Se-Indonesia di IAIN Jember pada 11-13 Agustus 2018.

Hadir dalam acara tersebut Direktur Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Kemenag RI (M. Arskal Salim GP), Kasubag diktis, Kasubdit kelembagaan diktis (Agus Sholeh, M.Ed), Direktur Pontren (pak Imam syafii), prof. Suwito (asesor APT), Dr. Suparto (asesor APT) Rektor IAIN Jember. Dalam sambutannya, Arskal memaparkan milestone peningkatan Tata Kelola dan Kapasitas Kelembagaan serta perluasan akses. Untuk PTKIN ditargetkan pada tahun 2020, PTKI dengan keunggulan lokal tahun 2025 , PTKIN dengan keunggulan regional tahun 2030, dan PTKIN dengan keunggulan Internasional (WCU) di tahun 2035.

Sedangkan Rencana Strategis diarahkan dan didorong pada tiga hal, yakni Mutu, Relevansi dan Akses. Ketiga hal di atas, terutama yang disebutkan pertama sejalan dengan seluruh pergerakan dan penguatan yang dilakukan oleh Forum Penjaminan Mutu berkoodinasi dengan Subdit Kelembagaan. Dalam hal ini yang paling penting adalah Akreditasi yang merupakan prioritas mutu.“Workshop Penyusunan SPMI ini adalah salah satu penguatan untuk mutu/akreditasi yg lebih baik, Unggul dan Baik Sekali”, jelasnya.

Menjadi hal prioritas dalam akreditasi adalah jumlah asesor BANPT. PTKIN harus menambah asesor di BAN-PT agar upaya untuk meng- handle penguatan mutu PTKIN dapat lebih maju dan bersaing terutama APT dan APS. Diktis juga sangat memperhatikan Program Studi maupun Perguruan Tinggi yang belum terakreditasi.
Diktis harus terus mengevaluasi diri dan berbenah. Fenomena Guru Besar di PTKIN yang ditargetkan oleh Diktis sebanyak 450 orang masih jauh panggang dari api. Karena itu Direktorat PTKI sedang berjibaku untuk memenuhi target tersebut dengan melakukan program akselerasi Guru Besar yang akan dilaksanakan di Perguruan Tinggi kawasan Asia Tenggara. (likhur)