Bersama Pimpinan Uinsa, LPM Review Rubrik E-BKD

Bersama Pimpinan Uinsa, LPM Review Rubrik E-BKD

  LPM Update, Senin (26/11/2018); Dalam rangka menjamin mutu kinerja Dosen, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Sunan Ampel Surabaya bersama pimpinan Uinsa mereview rubrik e-BKD (Beban kerja Dosen) UIN Sunan Ampel Surabaya. Acara yang diselenggarakan pada Senin (26/11/2018) di Gedung Twin Tower A lantai 9 ini dihadiri oleh Wakil Rektor 1 Wahidah Zein Br. Siregar, MA, Ph.D, Wakil Rektor 2 -Prof. Dr. H. Abu Azam Al Hadi, M.Ag, Sekretaris Senat, Ketua LPM -Prof. Dr. H. Ali Mudlofir, M.Ag, sekretaris LPM, Kepala Pusat di LPM, para Wakil Dekan 1, para Wakil Dekan 2, Ketua Program Studi level Sarjana dan Pascasarjana, Kasubag dan JFU LPM UIN Sunan Ampel Surabaya. Awalnya desain kegiatan review e-BKD ini akan digelar dalam beberapa sidang komisi. Akan tetapi atas beberapa masukan dari peserta yang hadir, maka review e-BKD ini dilaksanakan secara pleno. Wahidah Siregar meminta agar pada kesempatan ini para reviewer lebih fokus mengejar poin-poin apa saja yang sudah ada, dan poin apa yang belum dan harus dimasukkan dalam rubrik e-BKD ini. “Seperti poin Pengabdian. Apakah rubrik ini sudah mengkaver semua jenis pengabdian yang telah kita lakukan di masyarakat’, jelasnya memberi contoh kasus. Wahidah menyinggung pula adanya beberapa kerancuan seperti ketika dosen menjadi nara sumber, apakah akan dimasukkan dalam unsur penunjang atau pengabdian? Ia juga menyarankan agar prosiding juga dimasukkan dalam rubrik e-BKD. Dalam kesempatan yang sama, Abu Azam Al Hadi pun mengkritisi besaran sks kewajiban professor dalam menulis buku. Adapun sekretaris Senat UIN Sunan Ampel Surabaya, ia memberikan masukan agar rubrik e-BKD ini menambahkan PermenpanRB nomor 17 Tahun 2013 tentang Jabatan Fungsional Dosen dan Angka Kreditnya dalam konsideran rubrik e-BKD. Berbeda halnya dengan sekretaris Satuan...
LPM Gelar Rekrutmen dan Penyamaan Persepsi Calon Asesor BKD dan Serdos

LPM Gelar Rekrutmen dan Penyamaan Persepsi Calon Asesor BKD dan Serdos

  LPM Update, Rabu (07/11/18). Dalam rangka meningkatkan kualitas profesionalisme dosen, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Sunan Ampel Surabaya menggelar Rekrutmen dan Penyamaan Persepsi Calon Asesor Beban Kinerja Dosen (BKD) dan Sertifikasi Dosen (Serdos). Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu 7 Nopember 2018 ini menghadirkan Prof. Ir. Djoko Kustono dan Drs. Imam Syafi’i, M.Pd. Acara yang diselenggarakan di lantai 9 Twin Tower A UIN Sunan Ampel Surabaya ini dibuka oleh ketua LPM, Prof. Dr. H. Ali Mudlofir, M.Ag. Dalam sambutannya, ia memaparkan bahwa LPM berusaha semaksimal mungkin demi meningkatnya mutu dosen UIN Sunan Ampel Surabaya. Dalam menjalankan tugas dan fungsinya LPM memegang teguh tagline procedural, quick response, and transparant. Kegiatan Rekrutmen dan Penyamaan Persepsi Calon Asesor BKD UIN Sunan Ampel Surabaya ini bertujuan untuk meningkakan profesionalisme dosen dalam melaksanakan tugas, meningkatkan mutu proses dan hasil pendidikan, meningkatkan akuntabilitas kinerja dosen, meningkatkan atmosfer akademik di Perguruan Tinggi, serta mempercepat terwujudnya tujuan pendidikan nasional. Perhelatan yang diikuti oleh 46 dosen yang terdiri dari profesor, doktor serta Magister ini merupakan jawaban atas tuntutan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 37 tahun 2009 tentang Dosen, Permendikbud Nomor 92 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis pelaksanaan Penilaian Angka Kredit Jabatan Fungsional Dosen, Permenristekdikti Nomor 20 Tahun 2017 tentang Tunjangan Profesi Dosen dan Tunjanagan Kehormatan Profesor,serta Permenristekdikti Nomor 51 tahun 2017 tentang Sertifikasi Pendidik untuk Dosen. Imam Syafii menjelaskan, bahwa sebagaimana diamanatkan UU RI No 14 Tahun 2005, Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni melaluipendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan...
Persiapkan World Class University, LPM Uinsa Helat Workshop International Acreditation

Persiapkan World Class University, LPM Uinsa Helat Workshop International Acreditation

  LPM Update, Selasa (6/11/18). Setiap perguruan tinggi yang hingga detik ini masih eksis, dituntut untuk mengikuti gejolak tantangan perkembangan zaman. Begitupun dengan UIN Sunan Ampel Surabaya, diwajibkan untuk mampu bersaing dengan perguruan tinggi di belahan bumi lainnya. Untuk menjawab tantangan tersebut, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Sunan Ampel Surabaya menggelar Workshop International Acreditation. Workshop yang dilaksanakan selama tiga hari mulai tanggal 6 s.d. 8 Nopember 2018 ini dihadiri oleh Prof. Johny Wahyuadi Soedarsono dan Suparto, MA., Ph.D. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Sunan Ampel Surabaya, Wahidah Zein Br. Siragar dalam sambutannya berpesan agar UIN Sunan Ampel Surabaya hendaknya meningkatkan semangatnya untuk terus berjuang menatap masa depan yang lebih cemerlang, menggapai mimpi menjadi institusi yang tak kalah dalam kompetisi. Selanjutnya Prof. Johny, yang juga sebagai asesor BANPT, memaparkan perihal Instrumen Akreditasi Internasional dan Nasional. Seperti Asean University Network Quality Assurance (AUNQA), dikatakannya, sebenarnya bukan akreditasi, akan tetapi sebuah asesment. AUN QA merupakan bagian dari Quality Assurance. Penilaian dilakukan secara mandiri (Self Assessment) dengan melakukan penulisan Self Assesment Report (SAR). Selanjutnya perguruan tinggi melengkapi dokumen dan menentukan Action For Improvement terhadap hasil SAR. Setelah itu tim reviewer akan melakukan visitasi ke perguruan tinggi tersebut untuk memberikan saran masukan kepada perguruan tinggi yang mengajukan penilaian mandiri tersebut. “Dan semua proses ini membutuhkan dana yang tidak sedikit”, jelas Johny. Johny dan Suparto secara bergantian mensosialisasikan secara detail Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi yang baru dengan 9 kriteria. Perguruan Tinggi diwajibkan mengunggah 2 dokumen penting, yakni Laporan Evaluasi Diri (LED) Perguruan Tinggi, dan Laporan Kinerja Perguruan Tinggi (LKPT). Dalam LED, lanjut alumnus Kampus Metalurgi Perancis ini, harus digambarkan Identitas Pengusul, Identitas Tim...

Gandeng Diktis, UINSA Perkuat Kelembagaan Jelang Visitasi APT

UINSA Newsroom, Senin (29/10/2018). Dalam rangka mempersiapkan visitasi re-Akreditasi Perguruan Tinggi (APT), Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Sunan Ampel Surabaya menggelar Workshop Quality Assurance Pengembangan SOP (Standar Operasional Prosedur) dan Formulir SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal). Workshop yang diselenggarakan di Ibis Style Malang ini, dihadiri oleh Drs. Agus Sholeh, M.Ed, pendamping proses akreditasi dari Diktis. Kegiatan yang digelar pada 26-28 Oktober 2018 ini, hakikatnya bertujuan untuk merumuskan SOP dan formulir SPMI dalam rangka melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi. Semua Lembaga dituntut untuk mempunyai SPMI. Beberapa dokumen SPMI diantaranya adalah SOP dan Formulir. “Keberadaan SOP sangat dibutuhkan sebagai kelengkapan dokumen APT”, ungkap Prof. Dr. H. Ali Mudlofir, M.Ag, Ketua LPM Uinsa. Urgensi diadakannya kegiatan ini, lanjut Ali Mudlofir, adalah adanya petunjuk arah bagi fakultas, pascasarjana, program studi, bagian, dan unit. Sehingga mereka tidak berjalan sendiri-sendiri tanpa standarisasi. Dengan melaksanakan SOP, berarti kita telah melaksanakan penguatan SPMI dari hulu hingga hilir, dari rektor hingga prodi. ”Saya harap, dari forum ini terlahir SOP yang operasional, jelas, terukur dan praktis. Sehingga Siapapun pemangku jabatan, di level manapun akan sama standarisasi mutunya”, harap mantan Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Uinsa ini. Hadir pula di kesempatan yang sama, Wakil Rektor I Uinsa. Wahidah Zein Br. Siregar, MA., Ph.D, dalam sambutannya di Opening Ceremony kegiatan ini menyatakan bahwa penguatan kelembagaan adalah salah satu tugas utamanya sebagaimana termaktub dalam Organisasi dan Tata Kerja (Ortaker) Uinsa. Penguatan kelembagaan tersebut berupa pengembangan Fakultas, Jurusan, dan Program Studi. “yang menjadi salah satu kegelisahan saya adalah masih adanya benturan antara Kebijakan level atas, dengan implementasi di lapangan”, keluh perempuan asal Medan ini. Ia berharap kedepan Uinsa mempunyai kejelasan SOP atas semua layanan...

LPM Support Penuh Percepatan Sertifikasi Dosen Tahun 2018

LPM Update, Rabu (24/10/2018). Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Sunan Ampel Surabaya mendorong percepatan proses sertifikasi dosen tahun 2018. Tim LPM Uinsa bersama subdit Ketenagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam dan 11 UIN yang lain, menggelar Rapat Konsolidasi Perguruan Tinggi Penyelenggara Sertifikasi Dosen. Kegiatan yang diselenggarakan di Sahira Butik Hotel Bogor ini dilaksanakan selama tiga hari, Senin-Rabu, 22-24 Oktober 2018. Arskal Salim, Direktur Jenderal Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam dalam sambutannya menyampaikan, bahwa hakikatnya Sertifikasi Dosen hanyalah salah satu cara bagaimana kita melihat bahwa dosen mempunyai kecakapan atau kompetensi. Jika dosen tidak lolos serdos, berarti dosen tersebut tidak layak. “Artinya, pembelajaran di kampus juga tidak layak. Ini amat sangat kita sayangkan,” tukasnya serius. Lebih lanjut Arskal mereview proses sertifikasi dosen. Selama ini, katanya, Sertifikasi Dosen tak lain hanyalah penilaian portofolio atas personal profil dosen. Dosen mengekspos kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdiannya yang kemudian dinilai oleh asesor. “Kedepan, seharusnya ada penilaian performance. Ada feedback dari mahasiswa tentang evaluasi proses belajar mengajar dosen. Feedback ini akan sangat penting dalam menentukan kualifikasi dosen,” tegasnya. “Disamping feedback mahasiswa, satu hal yang perlu diperhatikan adalah nilai lebih pada dosen swasta lulusan program studi dan perguruan tinggi terakreditasi A,” katanya menambahkan. Selain Serdos, Dirjen juga mempunyai harapan besar akan pencapaian akademik para dosen. Dari sejumlah 30.329 dosen swasta dan negeri, yang telah mencapai gelar doktor masih berkisar sepertiganya. “Kita ingin mendorong para dosen agar menjadi doktor. Target kita adalah 60 persen” tandasnya. Rapat Konsolidasi yang dipimpin langsung oleh Syafii selaku Kasubdit Ketenagaan Direktorat Pendidikan Tinggi Islam tersebut, dihadiri 24 orang dari 12 Perguruan Tinggi Penyelenggara (PTP) Sertifikasi Dosen. PTP Serdos terdiri dari UIN Ar Raniry Banda...

LPM Siap Siaga Dampingi Penyusunan Kurikulum KKNI Program Studi di Fakultas

LPM Update, Senin (22/10/2018). Menyusun Kurikulum bukanlah perkara yang mudah. Apalagi menyusun kurikulum berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) sejumlah 57 Program Studi di UIN Sunan Ampel Surabaya. Oleh Karena itu, setelah menyelenggarakan Workshop Review Kurikulum Berbasis KKNI di Greensa Inn, LPM melanjutkan pendampingan penyusunan Kurikulum berbasis KKNI ke beberapa Program Studi (prodi) di Fakultas. Pada bulan Oktober 2018, LPM telah mendampingi penyusunan Kurikulum KKNI di empat Fakultas, yakni Fakultas Sains dan Teknologi (17/10/2018), Fakultas Adab dan Humaniora, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, dan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (19-21/10/2018). Dr. A. Saepul Hamdani, M.Pd, Kepala Pusat Audit Mutu LPM Uinsa mendampingi penyusunan Kurikulum Program Studi (prodi) yang ada di empat Fakultas tersebut. A. Saepul menyandingkan antara Kurikulum Prodi dengan Kurikulum Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti) dan KKNI. Dalam acara pendampingan tersebut, hadir pula Dekan, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan, Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan, Ketua Prodi, Sekretaris Prodi, serta Dosen pengampu Mata Kuliah dari keempat Fakultas, dalam kesempatan dan tempat yang berbeda. Pendampingan penyusunan kurikulum berbasiS KKNI ini diawali dengan review terhadap Kurikulum Program Studi yang telah disusun sebelumnya. Setelah mereview, Ketua Prodi bersama Sekretaris Prodi merevisi Kurikulumnya. Langkah berikutnya, Ketua Prodi mempresentasikan Kurikulum prodi berbasis KKNI yang telah direvisinya. Dari beberapa pendampingan penyusunan kurikulum berbasis KKNI yang telah dilakukan, ada beberapa hal yang menjadi catatan dan perlu diperhatikan semua pihak terkait. Pertama, Rumusan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) belum sempurna, khususnya di kelompok pengetahuan dan ketrampilan khusus. Kedua, masih terdapat kesulitan dalam menentukan dan merumuskan bahan kajian berbasis Capaian Pembelajaran (CP). Kebanyakan mereka masih berbasis materi. Dari mata kuliah beralih ke bahan kajian. “Mengubah paradigm itu memang susah. Akhirnya, kebanyakan...